Senin, 21 Agustus 2017

Bagaimana mengkompromikan sabda Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam : "tidak ada thiyarah (anggapan sial) dan tidak ada hammah", dengan sabda beliau: "jika thiyarah itu ada maka ia ada pada rumah, wanita dan kuda" ?



Soal:

Bagaimana mengkompromikan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam :

tidak ada thiyarah (anggapan sial) dan tidak ada hammah”

dengan sabda beliau:

jika thiyarah itu ada maka ia ada pada rumah, wanita dan kuda“.

Jawab:

Thiyarah ada dua:

Pertama: thiyarah yang merupakan kesyirikan, yaitu tasya’um (beranggapan sial) ketika melihat sesuatu atau mendengar sesuatu. Dan ini dinamakan thiyarah dan merupakan kesyirikan serta tidak diperbolehkan.

Kedua: thiyarah yang dikecualikan, dan ini bukan thiyarah yang terlarang. Oleh karena itu terdapat dalam hadits shahih:

Kesialan ada pada tiga hal: wanita, rumah, dan hewan tunggangan (kendaraan)” (HR. Al Bukhari dalam Kitabul Jihad was Sair, Bab “Maa Yukrahu min Syu’umil Faras“, no. 2646, dan juga oleh Muslim dalam Kitabus Salam, Bab “Ath Thathayyur wal Fa’lu wa Maa Yakuunu fiihi Minas Syu’um“, no. 4128).

Dan ini adalah pengecualian dan bukan thiyarah yang terlarang. Karena sebagian ulama mengatakan: “pada diri sebagian wanita dan juga sebagian kendaraan terdapat kesialan dan keburukan, atas izin Allah”.

Dan kesialan tersebut adalah hal yang qadari (masuk akal; mengandung unsur sebab-akibat). Maka jika seseorang meninggalkan rumah yang terasa tidak cocok baginya, atau menceraikan istri yang ia rasa tidak cocok baginya, atau meninggalkan kendaraan yang tidak cocok baginya, ini semua tidak mengapa dan bukan thiyarah yang terlarang.


Sumber: muslim

Kamis, 17 Agustus 2017

Wisata Pekanbaru  hanyalah suatu kota pelabuhan kecil yang berada di ambang Sungai Siak. Namun ketika ini Pekanbaru sudah menjadi kota canggih yang sibuk dan adalah‘ibukota’ minyak Indonesia.


Wisatawan yang sedang di Pekanbaru, lazimnya dari Singapura dan seringkali singgah di kota ini guna transit atau bermalam sebelum melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi atau lokasi lain di Sumatera. Museum Negeri Riau dan Taman Budaya Riau ialah tempat yang bisa dikunjungi sekitar berada di Wisata Pekanbaru. Kedua lokasi ini terletak berdampingan di Jl Sudirman yang mengarah ke ke pelabuhan udara. Museum dan Taman Budaya ini buka masing-masing hari kecuali Minggu.

Balai Adat Daerah Riau di Jl Diponegoro memamerkan sekian banyak  aspek dari kebiasaan adat Melayu. Bangunan dua lantai ini didesain dengan ragam warna dan ukiran bermotif Melayu lokasi dilaksanakannya upacara adat, perkawinan hingga seminar kebudayaan. Wisata Pekanbaru Ungkapan adat Melayu Riau dan pasal-pasal Gurindam Duabelas karya pujangga besar Melayu, Raja Ali Haji pun terpampang di balai ini.

Masjid Raya Pekanbaru yang di bina pada abad ke 18 adalahmasjid tertua di Pekanbaru dan sekaligus menjadi bukti sejarah peninggalan Kerajaan Siak Sri Indrapura yakni di masa Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah yang menjadi Sultan Siak ke 4 dan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah yang menjadi Sultan Siak ke 5. Wisata Pekanbaru Di areal perumahan masjid ini ada pula makam Sultan Marhum Bukit, nama julukan dari Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah.

Tempat lainnya yang bisa dikunjungi ialah Danau Limbungan yang tadinya adalahbendungan air yang dikelilingi perbukitan dan panorama indah. Potensi ini lantas dikembangkan dengan sekian banyak  fasilitas rekreasi laksana sepeda air, cottage, perahu, restoran, taman bermain, panggung hiburan yang jaraknya 10 km dari pusat kota Pekanbaru.Wisata Pekanbaru