Bagaimana mengkompromikan sabda Nabi Shallallahu'alaihi
Wasallam : "tidak ada thiyarah (anggapan sial) dan tidak ada hammah",
dengan sabda beliau: "jika thiyarah itu ada maka ia ada pada rumah, wanita
dan kuda" ?
Soal:
Bagaimana mengkompromikan sabda Nabi Shallallahu’alaihi
Wasallam :
dengan sabda beliau:
“jika thiyarah itu ada maka ia ada
pada rumah, wanita dan kuda“.
Jawab:
Thiyarah ada dua:
Pertama: thiyarah yang merupakan kesyirikan, yaitu tasya’um
(beranggapan sial) ketika melihat sesuatu atau mendengar sesuatu. Dan ini
dinamakan thiyarah dan merupakan kesyirikan serta tidak diperbolehkan.
Kedua: thiyarah yang dikecualikan, dan ini bukan thiyarah
yang terlarang. Oleh karena itu terdapat dalam hadits shahih:
“Kesialan ada pada tiga hal: wanita,
rumah, dan hewan tunggangan (kendaraan)” (HR. Al Bukhari dalam Kitabul Jihad
was Sair, Bab “Maa Yukrahu min Syu’umil Faras“, no. 2646, dan juga oleh Muslim
dalam Kitabus Salam, Bab “Ath Thathayyur wal Fa’lu wa Maa Yakuunu fiihi Minas
Syu’um“, no. 4128).
Dan ini adalah pengecualian dan bukan thiyarah yang
terlarang. Karena sebagian ulama mengatakan: “pada diri sebagian wanita dan
juga sebagian kendaraan terdapat kesialan dan keburukan, atas izin Allah”.
Dan kesialan tersebut adalah hal yang qadari (masuk akal;
mengandung unsur sebab-akibat). Maka jika seseorang meninggalkan rumah yang
terasa tidak cocok baginya, atau menceraikan istri yang ia rasa tidak cocok
baginya, atau meninggalkan kendaraan yang tidak cocok baginya, ini semua tidak
mengapa dan bukan thiyarah yang terlarang.
Sumber: muslim

